# # # # #

Dit is zijn blog hardintya ... deze blog is open voor het publiek-sharing .. Gelieve te delen hier

Minggu, 13 Mei 2012

Pentingnya Pendidikan Bermoral


Pendidikan pada hakikatnya adalah alat untuk menyiapkan sumber daya manusia yang bermoral dan berkualitas unggul. Sumber daya manusia tersebut merupakan refleksi nyata dari apa yang pendidikan sumbangkan untuk kemajuan atau kemunduran suatu bangsa. Apabila sumber daya manusia itu bisa menjalankan pendidikan sesuai moral maka bangsa tersebut akan maju dan berkembang. Sebaliknya, apabila sumber daya manusia it tidak berpendidikan sesuai moral maka bangsa akan mengalami kemunduran bahkan akan mengalami kesengsaraan.

Di Indonesia, UU RI No.2 tahun 1989 Pasal 4, dengan jelas memuat tujuan pendidikan nasional dimana pendidikan nasional idealnya mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur. Ditegaskan pula bahwa harus dicapai pengetahuan dan keterampilan, kepribadian mantap dan mandiri, serta tanggung jawab kemanusiaan dan kebangsaan. Jika diidealisasi menjadi relita maka anak didik memiliki SDM yang terampil, berada pada posisi terdepan, serta memiliki moralitas yang tinggi. Sayangnya para remaja kita sekarang seakan tersesat ke sebuah zaman baru. Telah terjadi sebuah revolusi yang membuat orang cenderung mengumbar nafsu. Hal ini juga didukung dengan perubahan pandangan manyarakat yang terpengaruhi oleh perkembangan teknologi informasi dan sarana hiburan yang makin canggih.

Pendidikan merupakan proses pembentukan moral bagi manusia yang beradab dan manusia yang maju sesuai dengan perkembangan zamannya. Pendidikan juga merupakan sarana untuk memfokuskan diri sebagai pembentuk kepribadian diri. Sayangnya pendidikan kita sekarang tidak lebih dari sekedar sekolah dengan berbagai mata pelajaran yang harus ditempuh anak didik. Masyarakat hanya mengikuti perkembangan zaman tanpa berpikir panjang apakah hal itu baik dilakukan atau tidak. Akibatnya, banyak sekali pelanggaran moral dalam pendidikan dengan semakin maraknya kenakalan remaja seperti : tawuran, narkoba, merokok, dan aksi mogok belajar.

Banyak sekali faktor yang menyebabkan terjadinya pelanggaran moral tersebut, misalnya saja penayangan acara televisi yang sekarang semakin kurang mendidik serta acara-acara sinetron yang kurang layak untuk dikonsumsi. Tayangan televisi yang bermutu tentunya akan mendukung perbaikan mental remaja karena kenyataannya masyarakat terutama remaja memiliki keterikatan yang besar dengan televisi. Acara televisi tersebut akan cenderung diikuti oleh penontonnya. Manfaat televisi sebagai sarana perluasan wawasan, pembentukan  nilai  moral dan  rasa estetika lebih tinggi pada remaja bersekolah, sedangkan belajar memecahkan masalah lebih tinggi pada remaja putus sekolah. Setidaknya ada konklusi bahwa sebagai media yang bernilai hiburan,  informatif,  pencerdasan, komersial dan sebagainya. Tayangan program televisi akan sangat memberikan dampak yang besar bagi remaja. Dampak ini tentu saja bisa baik dan tidak ada jaminanpun untuk tidak buruk. Oleh karena itu, orang tua di rumah berperan penting untuk mengawasi anak-anaknya agar menonton acara televisi yang sesuai dengan umur si anak dan bisa mendidik anak tersebut.

Pendidikan moral itu sangatlah penting baik di rumah, di sekolah, dan di lingkungan masyarakat. Di sekolah para guru harus bisa menjalankan model pendidikan dimana pemantauan terhadap perilaku anak didik bisa dikerjakan dengan baik. Model razia diperlukan sekali-kali, namun tetap harus diberikan penjelasan dan pendekatan persuasif bahwa perilaku mereka harus tetap sesuai dengan norma yang mementingkan moral. Di kelas, para guru harus bisa mengintegrasikan pendidikan moralitas ini sebagai bagian dari cara hidup, bukan hanya pelajaran sehingga mewujudkan perilaku baik kepada para siswa didik. Pendidikan seperti inilah yang harus terus-menerus diterapkan secara konsisten.

Kita menempuh pendidikan bukan semata-mata menginginkan sebuah gelar tinggi saja. Namun, dalam pelaksanaannya diperlukan moral untuk bersikap lebih baik. Apabila menempuh pendidikan tidak mempunyai moral yang baik maka orang tersebut akan tersesat untuk menuju jalan kesuksesannya. Pendidikan bermoral akan menuntun kita ke jalan yang lebih baik lagi. Belajar bukan sekedar belajar untuk pintar saja melainkan mencari hikmah dari belajar tersebut. Sebagai contoh, ketika kita mendapat tugas dari sekolah maka kita berusaha menyelesaikan tugas tersebut tepat pada waktunya. Hal ini merupakan moral kita sebagai murid yang taat terhadap waktu dan peraturan.

Pendidikan moral adalah sebuah pendidikan yang tidak nyata karena moral seseorang akan terbentuk sesuai kebiasaan hidup mereka sendiri. Seseorang yang mengalami kesalahan dalam pergaulannya maka moralnya juga akan buruk. Kegiatan sekolah juga dapat mempengaruhi moral seorang murid. Dengan adanya kegiatan sekolah seperti bakti sosial, kerja bakti, dan pondok ramadhan pada bulan puasa. Kegiatan-kegiatan tersebut akan mendidik dan membentuk kepribadian seorang siswa menjadi lebih baik.

Kembali ke pendidikan yang bermoral, di mana proses pendidikan harus bisa membawa peserta didik ke arah kedewasaan, kemendirian, dan bertanggungjawab, tidak plin-plan, jujur, santun, berakhlak mulia, berbudi pekerti luhur sehingga mereka tidak lagi bergantung kepada keluarga, masyarakat atau bangsa setelah menyelesaikan pendidikannya. Mereka bisa membangun bangsa ini dengan kekayaan yang kita miliki dan dihargai di dunia internasional. Kalau perlu bangsa ini tidak lagi mengandalkan utang untuk pembangunan. Sehingga Negara lain tidak seenaknya mendikte bangsa ini dalam berbagai bidang kehidupan. Kalau kita ingin generasi penerus yang bermoral, jujur, berakhlak mulia, berbudi pekerti, sopan dan sebagainya serta mementingkan kepentingan bangsa bukan pribadi atau kelompok. Maka semua pejabat yang memegang jabatan baik legislatif, eksekutif dan yudikatif harus berbenah diri dan memberi contoh dulu bagaimana jujur, berakhlak mulia, sopan santun bermoral serta bagaimana cara mementingkan kepentingan bangsa bukan pribadi atau kelompok kepada generasi muda mulai saat ini. Mereka semua adalah orang-orang yang berpendidikan dan harus membuktikan bahwa mereka adalah hasil dari system pendidikan selama ini.

Peran pemerintah juga sangat penting untuk memajukan kualitas pendidikan bangsa. Pemerintah departemen pusat pendidikan (DepDiknas) yang ingin menjadikan sistem pendidikan Negara kita agar lebih maju dan mencapai perubahan yang signifikan, maka pemerintah tersebut harus mampu merevisi objektifitas yang mempengarui seorang siswa. Sehingga pemerintah mampu merubah pendidikan di Negara ini untuk maju ke tahap yang lebih unggul dan generasi muda Indonesia memiliki panutan-panutan yang bisa diandalkan untuk membangun bangsa ini di masa depan.

Kesimpulan yang dapat diambil adalah pentingnya pendidikan moral dilakukan sejak dini sehingga dapat membentuk perilaku berbudaya yang baik. Karakter setiap manusia memang berbeda dan dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti genetik, sosial, ekonomi, maupun faktor lainnya. Selain itu, kita sebagai generasi muda / generasi penerus bangsa ini harus memiliki moral yang baik. Kita juga harus bisa membedakan hal yang baik dilakukan dan hal yang buruk untuk dihindari. Dengan demikian, pendidikan moral yang telah diterima sejak dini tidak sia-sia. Kita juga mampu mengembangkan kualitas bangsa dengan moral yang sesuai dengan etika yang ada.

 http://nanddia2011.student.umm.ac.id/2011/09/22/pentingnya-pendidikan-bermoral/

Tidak ada komentar:

:k1 :k2 :k3 :k4 :k5 :k6 :k7 :k8 :k9 :a1 :a2 :a3 :a4 :a5 :a6 :a7 :a8 :a9


Posting Komentar

anyar coyy lawas coyy ngarepan coyy